Senin, 22 April 2013

JALAN TOL ATAS LAUT BERSTANDAR INTERNASIONAL


Jasa Marga Bali: Tol Atas Laut Siap Operasi 1 Juli 2013




Foto: Tol Bali (dtc)
SPC, Denpasar – PT Jasa Marga Bali Tol, pemegang konsesi ruas tol Serangan Tanjung Benoa menyatakan tol sepanjang 11,5 kilometer tersebut, akan mulai beroperasi pada 1 Juli 2013.
Target tersebut menyusul upaya perusahaan mengejar pelaksanaan APEC di Bali pada akhir tahun depan.
Direktur Utama PT Marga Bali Tol Tito Karim mengatakan saat ini progres fisik pembangunan secara keseluruhan mencapai 30%, untuk empat paket yang dibangun.
Sedangkan untuk realisasi anggaran, katanya, juga sudah mencapai 30% atau Rp 690 miliar dari total kebutuhan investasi Rp 2,3 triliun.
“Dengan realisasi dan upaya percepatan, kami targetkan awal Juli tol ini sudah operasional, sehingga bisa melayani aktivitas APEC di Bali pada September 2013,” ujar Tito di Denpasar Kamis (27/09/12).
Tito menjelaskan hingga akhir tahun ini, atau tepatnya November 2012, mereka menargetkan seluruh pemasangan tiang pancang sudah rampung. Adapun tiang pancang yang dipasang sebanyak 30.000 unit. Saat ini, tiang pancang yang sudah terpasang sebanyak 13.000 unit.
Kemudian, proses konstruksi diperkirakan akan memakan waktu selama lima bulan hingga April 2013. Selanjutnya akan diserahterimakan pada operator pada Mei 2013, dan uji kelayakan akan dilaksanakan pada Juni 2012, sebelum Menteri PU menetapkan ruas tol layak operasi.
Mengenai permasalahan reklamasi perairan sepanjang hutan bakau, Tito menyatakan tanah reklamasi akan kembali dikeruk pada Oktober 2012, atau paska pengiriman tiang pancang ke lokasi tol tengah laut rampung.
“Selain itu, kami juga akan menanam kembali pohon bakau yang sempat dicabut karena pembangunan tol ini. Sekitar 1.000 pohon akan kembali kami tanam,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum berharap agar konstruksi dan operasional bisa sesuai rencana percepatan tersebut.
Dia mengatakan pemerintah siap mempercepat operasional dengan memberikan izin operasi, jika kelayakan jalan sudah memenuhi standar yang ditetapkan.
“Untuk komitmen pengerukan reklamasi dari perusahaan, kami juga akan coba awasi, agar tidak menimbulkan masalah,” ujarnya.
Djoko mengatakan dengan beroperasinya ruas tol itu, maka diharapkan tingkat kemacetan di sepanjang jalan Nusa Dua, Tanjung Benoa, dan bandara Ngurah Rai bisa terurai.
Selain itu, diharapkan juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekitar, karena ruas ini menghubungkan antara jalur ekonomi bandara Ngurai Rai dengan Pelabuhan Tanjung Benoa, Bali.
Ruas tol Serangan-Tanjung Benoa dibangun sepanjang 11,5 kilometer dengan kebutuhan investasi Rp2,3 triliun. Untuk konstruksi dibagi dalam empat paket pekerjaan.
Yaitu, paket satu sepanjang 2,97 kilometer dengan kontraktor PT Adhi Karya, paket dua sepanjang 2,4 kilometer dengan kontraktor PT Waskita Karya.
Selanjutnya paket tiga digarap oleh Hutama Karya, dan paket empat juga oleh Waskita Karya sepanjang 2,2 kilometer.  (SPC-20/Bisnis)