PEMBELAJARAN : MENGAPA SELALU MERIBUTKAN SEBUAH GAP ?

Tidak hanya menurut pakar analisa teknikal Jhon J. Murphy bahwa tidak ada keharusan apapun suatu gap yang terbuka...











Tidak hanya menurut pakar analisa teknikal Jhon J. Murphy bahwa tidak ada keharusan apapun suatu gap yang terbuka harus ditutup kembali, tetapi secara akal sehat juga akan berbicara seperti itu. Pasar tidak mempunyai keharusan untuk tunduk pada pola teknikal dalam bentuk apapun. Sejatinya pasar yang membentuk pola teknikal bukan sebaliknya. Dalam pasar yang sedang berkonsolidasi (sideways) bila banyak gap yang terbuka dan tertutup kembali adalah sebuah kewajaran, demikian juga dalam pasar yang sudah bangkit (bullish) akan banyak gap yang terbuka dan tidak pernah ditutup kembali (runaway gap/unfilled gap) juga merupakan sesuatu yang biasa. Teknikal hanyalah salah satu komponen kecil pembentuk harga pasar/saham. Analisa teknikal diperlukan ?  Ya, sejauh kita bisa menalarnya dengan baik. Tidak ada yang absolut dalam analisa saham termasuk analisa teknikal itu sendiri.  Kalau kita mau belajar dari sejarah IHSG, Dow Jones dll atau dari saham-saham individual itu sendiri, akan banyak dijumpai gap/window yang tetap terbuka alias tidak pernah ditutup kembali. Jadi, pergunakanlah analisa teknikal secara rasional. Jangan jadikan analisa teknikal seperti dewa dan memenjara akal sehat kita





Related

Pembelajaran Saham 2466534101257342918
Powered by Investing.com

TELEGRAM SAHAMPEMENANG

SAHAMPEMENANG PREMIUM

CNN Indonesia | Berita Ekonomi

Suara.com - Berita Terbaru Bisnis

Finansial - ANTARA News

okezone bisnis

Ekonomi - VoA

BUMN Untuk Indonesia - ANTARA News

Tempo Bisnis

Liputan Ekonomi VOA

Bursa - ANTARA News

Bisnis - ANTARA News

Ekonomi - ANTARA News

Berita Terkini - ANTARA News


item