AKUMULASI SAHAM KONSTRUKSI & SEMEN BUMN

INILAHCOM, Jakarta 8 Desember 2014 – Saham-saham konstruksi BUMN dinilai telah terbukti jadi bintang pada 2014. Saham-saham tersebut ...






INILAHCOM, Jakarta 8 Desember 2014 – Saham-saham konstruksi BUMN dinilai telah terbukti jadi bintang pada 2014. Saham-saham tersebut juga diprediksi jadi bintang pada 2015. Seperti apa?
Sem Susilo, pengelola pembelajaran dan rekomendasi saham www.sahampemenang.blogspot.commengatakan hal itu kepada INILAHCOM.“Lalu, subsektornya adalah semen. Sebab, konstruksi membutuhkan semen yang sangat banyak. Jika terjadi koreksi, beli saja karena prospeknya cerah pada 2015. Untuk semen, juga disarankan fokus yang BUMN,” katanya.
Pada perdagangan Jumat (5/12/2014) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 10,834 poin (0,21%) ke posisi 5.187,994. Penguatan tersebut setelah sepenjang perdagangan, indeks menguat 29,064 poin ke level tertingginya 5.206,224 dan terendah 5.185. Berikut ini wawancara lengkapnya:
Setelah tembus 5.200, IHSG ditutup di 5.187 akhir pekan lalu. Apa yang terjadi?
Di pasar reguler, investor asing hanya net sell sebesar Rp180 miliar. Angka ini masih normal. Saya melihat pola penutupan IHSG Jumat (5/12/2014) masih cukup baik untuk sebuah pasar di hari Jumat yang penuh dengan tekanan psikologis akhir pekan. Pola penutupan ini masih cukup baik.
Artinya, pelaku pasar masih sangat optimistis, IHSG di akhir 2014 bisa tembus 5.250 untuk membentuk level tertinggi baru sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia (BEI). Itulah target jika melihat pola penutupan IHSG Jumat ini. IHSG 5.300 pun seharusnya bisa dicapai di
akhir tahun ini.
Level support dan resisten IHSG hingga akhir 2014?
Hingga akhir tahun, support IHSG berada di 5.100 dan support yang sangat kuat di 5.000. Di sisi lain, resistance di 5.250-5.300 dan resistance yang sangat kuat di 5.400-5.500. Jadi, risiko pelemahan IHSG terbatas tapi peluang kenaikan masih besar. Apalagi, situasi intermarket masih cukup baik dan secara historis seasonal akhir tahun, memang selalu naik.
Bagaimana dengan faktor window dressing?
Termasuk juga window dressing di dalamnya. Karena itu, hingga akhir tahun, pemodal saham seharusnya optimistis. Saya juga melihat window dressing sudah dimulai dan akan berlangsung hingga akhir tahun.
Window dressing biasanya terjadi pada saham-saham kelas pertama (first liner) yang berkapitalisasi besar seperti saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM), dan saham-saham kelas satu lainnya. Di saham-saham lapis dua dan tiga, efek window dressing-nya kurang.
Sentimen dari inflasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi?
Soal inflasi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang terefleksi pada Desember ini sudah dimaklumi pasar. Pasar sudah maklum hal itu akan terjadi. Pasar sudah tidak khawatir. Pasar juga melihat dampak positif dari kenaikan harga BBM untuk mulai dinikmati pada 2015. Jika data inflasi tinggi dan diikuti kenaikan BI rate misalnya, pasar sudah tak lagi kaget. Sebab, pasar sudah tahu memang akan seperti itu kejadiannya.
Dalam situasi ini, apa saran Anda untuk para pemodal di bursa saham?
Jika Anda sudah pegang saham, hold saja hingga akhir tahun jika memang ingin realisasiprofit. Kalaupun mau dipertahankan hingga awal 2015 tak masalah. Sebab, IHSG cukup aman. Bagi yang belum punya saham, setiap koreksi jadi kesempatan untuk akumulasi saham.
Saham-saham pilihan Anda?
Saham jagoan saya adalah saham-saham yang menjadi bintang di 2014. Sebab, saham-saham tersebut juga akan menjadi bintang pada 2015. Pilihannya adalah saham-saham konstruksi BUMN seperti saham PT Pembangunan Perumahan (PTPP), PT Adhi Karya (ADHI), PT Wijaya Karya (WIKA), PT Waskita Karya (WSKT) dan PT Wijaya Karya Beton (WTON).
Saham-saham tersebut benar-benar menjadi bintang di 2014. Setiap terjadi koreksi agak besar pada saham-saham tersebut, beli saja tak masalah. Sebab, pada 2015 pun, saham-saham tersebut akan menjadi bintang karena 2015 merupakan era pembangunan infrastruktur.
Lalu, subsektornya adalah semen. Sebab, konstruksi membutuhkan semen yang sangat

banyak. Jika terjadi koreksi, beli saja karena prospeknya cerah pada 2015. Untuk semen, juga disarankan fokus yang BUMN seperti PT Semen Indonesia (SMGR) dan PT Semen Baturaja (SMBR).
Saham BUMN akan menjadi prioritas. Sebab, konstruksi BUMN akan membeli semen BUMN juga. Logikanya seperti itu. Pelaku pasar tak perlu khawatir karena IHSG akan tetap di jalur yang sangat optimistis. Jika terjadi pull back, turun, beli saja saham-saham konstruksi BUMN dan semen BUMN. Sebab, saham-saham konstruksi tetap akan jadi bintang pada 2015. Saham bintang 2014, juga akan jadi bintang di 2015.
Target IHSG 2015?
Target IHSG 2015 minimal 6.000. Perkiraannya antara 6.000-6.500. Kita sangat optimistis dengan IHSG. [jin]

Baca juga arsip posting 14 Juli 2014 di link bawah ini :
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2119109/fokus-pada-saham-konstruksi-bumn#.VITlETGUc_Y

Related

Analisa Sahampemenang 1636356151361162369

BUMN KONSTRUKSI U/ INVESTASI

18.000 INVESTOR SUDAH BERGABUNG

Friends Added

GRATIS SAHAMPEMENANG PREMIUM


Inilah - berita saham indonesia

Inilah Berita Ekonomi

Kontan Online - pasar modal

KONTAN - BERITA KEUANGAN

Bisnis - berita saham hari ini

IMQ - BERITA PASAR SAHAM

TAMBANG - berita pertambangan

SINDONEWS - berita ekonomi

ANTARA - saham dan makro ekonomi

BISNIS - BERITA PROPERTI

okezone - berita ekonomi

BERITA RESMI SEKRETARIS KABINET

item