LABA WASKITA KARYA SEMAKIN PERKASA

  PT Waskita Karya Tbk  berhasil mencetak kinerja gemilang sepanjang tahun lalu. Laba bersih  emiten konstruksi  pelat merah ini pada...



 PT Waskita Karya Tbk berhasil mencetak kinerja gemilang sepanjang tahun lalu. Laba bersih emiten konstruksi pelat merah ini pada 2016 melesat 171,8% dibandingkan tahun 2015.
Berdasarkan laporan keuangan yang diterbitkan Waskita, perusahaan mengantongi laba bersih sebesar Rp 1,08 triliun pada akhir 2016. Pencapaian itu naik tajam dari pencapaian tahun sebelumnya yang hanya Rp 400,2 miliar.
Pertumbuhan keuntungan emiten berkode WSKT di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini sejalan dengan peningkatan tajam pendapatan usaha yaitu sebesar 88,7%. "Pendapatan usaha tahun 2016 mencapai Rp 14 triliun. Sedangkan tahun 2015 hanya Rp 7,4 triliun," kata Muhammad Choliq, Direktur Utama Waskita dalam laporan keuangan yang dirilis Jumat (10/2).
Pendapatan Waskita diperoleh dari jasa konstruksi sebesar Rp 13,2 triliun, naik 119,5% year on year (yoy) dari sebelumnya Rp 6,05 triliun. Sementara kontribusi penjualan precast hanya Rp 554,4 miliar, turun dari kontribusi tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,36 triliun.
Lalu, Waskita juga memperoleh pendapatan dari jalan tol sebesar Rp 148,3 miliar, pendapatan hotel Rp 19,2 miliar, pendapatan properti Rp 1,06 miliar dan pendapatan sewa gedung Rp 680 juta.
Total aset Waskita per akhir  2016 mencapai Rp 50,28 triliun atau meningkat 65,9% dari akhir  2015 yang baru mencapai Rp 30,30 triliun. Sedangkan ekuitas tumbuh 66,9% dari Rp 9,7 triliun menjadi Rp 16,1 triliun.
Kontan 12/1


Related

Terkini 7880772062384246328

BUMN KONSTRUKSI U/ INVESTASI

19.350 INVESTOR SUDAH BERGABUNG

Friends Added

GRATIS SAHAMPEMENANG PREMIUM


Inilah - berita saham indonesia

Bareksa- BERITA SAHAM

Inilah Berita Ekonomi

Kontan Online - pasar modal

KONTAN - BERITA KEUANGAN

Bisnis - berita saham hari ini

IMQ - BERITA PASAR SAHAM

TAMBANG - berita pertambangan

SINDONEWS - berita ekonomi

ANTARA - saham dan makro ekonomi

BISNIS - BERITA PROPERTI

okezone - berita ekonomi

item