JURUS INVESTASI SAHAM LO KHENG HONG

BISNIS.COM,JAKARTA--Bagi Anda investor pasar saham di Indonesia, tentu tidak asing dengan sosok Lo Kheng Hong. Kalaupun tidak mengenal seca...

BISNIS.COM,JAKARTA--Bagi Anda investor pasar saham di Indonesia, tentu tidak asing dengan sosok Lo Kheng Hong. Kalaupun tidak mengenal secara pribadi orangnya, minimal pernah mendengar nama yang kerap disebut-sebut sebagai Warren Buffet-nya Indonesia.
Lo Kheng Hong merupakan investor saham yang dinilai cukup sukses. Di usia yang tak lagi muda, dia kini kerap mondar mandir diminta menjadi pembicara untuk sekedar berbagi kiat sukses berinvestasi di pasar modal.
Gaya bertuturnya kalem, pelan, dan tak ada kesan menggurui. Dia sering menggambarkan gaya investasi sahamnya seperti halnya orang tidur.
Jika seorang investor saham jeli memilih saham perusahaan yang berkinerja dan prospek yang
baik, tentu harga saham perusahaan itu berpeluang akan terus naik.
Artinya, tanpa perlu memantau dari hari ke hari perkembangan harga sahamnya di pasar, sebuah perusahaan yang berkinerja baik tentu akan memberi imbal hasil yang optimal ke depan.
Ada sisi menarik yang dapat dipelajari dari Lo Kheng Hong, terutama dari cara dan gaya dia menganalisa
prospek saham sebuah perusahaan.


Hal pertama yang digarisbawahi olehnya, setiap investor saham harus rajin menggali sebanyak mungkin informasi, baik melalui keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), membaca referensi lainnya, atau paling mudah dengan membaca koran.
"Koran itu sumber informasi berharga. Saya langganan empat koran. Bayangkan, hanya dengan membayar Rp360.000 per bulan, saya bisa dapat banyak informasi dari sana," ujarnya dalam sebuah seminar "Market Update, Economic Outlook, How To Be A Succes Investor" IDX Investor Club, Sabtu (29/6/2013).

Selain itu, dia memegang betul prinsip 'buy what you know and know what you buy'. Kenali betul perusahaan yang Anda beli sahamnya.

 

Hal ini untuk memastikan kinerja perusahaan ke depan sehingga dana investasi yang dikeluarkan benar-benar akan memberi keuntungan.
Meski banyak bermunculan berbagai macam model analisa mengenai pergerakan harga saham, Lo Kheng Hong menilai itu semua bukan menjadi tolak ukur utama.
Meskipun dia secara pribadi lebih percaya diri menggunakan analisa fundamental untuk memilih sebuah saham perusahaan tercatat.
Dia memberi istilah analisa saham secara fundamental maupun teknikal ibarat kandang dan sapi.
Sering kali, katanya, investor saham hanya melihat sapi yang ada didalam kandang. Uniknya lagi, sapi yang diperhatikan betul itu hanya buntut-nya saja.
"Selama buntut sapi masih bergerak naik turun, maka investor melihat itu sebagai peluang untuk mendapatkan untung. Dia tidak melihat bagaimana kandangnya atau kondisi sapinya," katanya.
Dengan kata lain, pemahaman secara fundamental yang di antaranya mencakup bisnis yang dijalankan perusahaan, bagaimana prospek pasarnya, lebih kerap dikesampingkan.
Investor lebih senang melihat fluktuasi pergerakan harga sahamnya dibandingkan dengan memperhatikan dan mendalami kinerja perusahaannya.
Dia mengaku hampir semua investasi yang dijalankan bersifat jangka panjang dan selama ini memberi keuntungan yang menjanjikan.
Dengan model investasi jangka panjang, saat kondisi pasar anjlok seperti yang terjadi dalam sebulan terakhir lalu, 'tidurnya' tetap saja nyenyak karena gaya investasi jangka panjang dipilihnya.
"Tuhan itu Maha Pengampun, tapi pasar saham tak mengenal ampun," jelasnya. 
 Editor : Yusran Yunus

Related

Pembelajaran Saham 2275541570611778983

BUMN KONSTRUKSI U/ INVESTASI

18.250 INVESTOR SUDAH BERGABUNG

Friends Added

GRATIS SAHAMPEMENANG PREMIUM


Inilah - berita saham indonesia

Inilah Berita Ekonomi

Kontan Online - pasar modal

KONTAN - BERITA KEUANGAN

Bisnis - berita saham hari ini

IMQ - BERITA PASAR SAHAM

TAMBANG - berita pertambangan

SINDONEWS - berita ekonomi

ANTARA - saham dan makro ekonomi

BISNIS - BERITA PROPERTI

okezone - berita ekonomi

BERITA RESMI SEKRETARIS KABINET

item