SAMBUT INDONESIA BARU, JANGAN TERTINGGAL !

Davos (ANTARA News)  23 Jan 2015- Citra Indonesia makin positif di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) yang berlangsung sej...




Davos (ANTARA News)  23 Jan 2015- Citra Indonesia makin positif di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) yang berlangsung sejak 21--24 Januari 2015 di Davos, Swiss. 
"Dalam beberapa diskusi, Indonesia masuk dalam daftar positif," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan A Djalil di sela-sela kegiatan WEF di Davos, Kamis. 
Ia mengatakan berbagai kebijakan terutama di bidang reformasi birokrasi dan perbaikan iklim investasi mendapat sambutan dari para pelaku bisnis global yang hadir di ajang tahunan para CEO dunia itu. 
"Saya melihat pesan Presiden Joko Widodo tentang perbaikan iklim investasi di Indonesia sudah tersebar luas," kata Sofyan yang baru pertama kali hadir di ajang WEF. 
Hal itu terbukti banyak para pemimpin bisnis global yang hadir di forum tersebut ingin bertemu perwakilan pemerintah Indonesia yang hadir pada WEF tahun ini.
Sofyan mengakui sejumlah pemimpin bisnis global, terutama di bidang minyak dan gas, ingin bertemu dirinya. Namun hanya beberapa yang bisa dipenuhi antara lain dengan pemimpin Rio Tinto, Newmonth, dan komunitas industri primer. 
Pada WEF ke-45 tersebut, selain Sofyan Djalil yang hadir sebagai perwakilan pemerintah Indonesia, datang juga Menteri Perdagangan Rachmat Gobel setelah kunjungan kerjanya di Jepang. 
Sama halnya dengan Sofyan, Rachmat Gobel juga memanfaatkan ajang WEF untuk melakukan pertemuan dengan pelaku bisnis global maupun bilateral, antara lain dengan
Uni Eropa, US Trade Representative, dan Swiss, serta Standar Chartered. 
"Banyak CEO yang ingin bertemu dengan Pak Rachmat Gobel, namun karena keterbatasan waktu dibatalkan," kata Staf Khusus Menteri Bidang Kerja sama Perdagangan Internasional, Gusmardi Bustami.
Ia juga mengakui para investor global mulai kembali melirik Indonesia untuk melakukan investasi, seiring dengan komitmen pemerintahan Presiden Jokowi untuk melakukan perbaikan iklim investasi, membangun infrastruktur, dan reformasi birokrasi. 
"Banyak (investor) yang ingin tahu kebijakan Presiden Jokowi," ujar Gusmardi. Apalagi pemerintah Indonesia. juga membutuhkan sektor swasta untuk melakukan pembangunan, di tengah anggaran pemerintah yang terbatas.
Ketertarikan investor global pada Indonesia juga terlihat dari akan kembali digelarnya Forum Ekonomi Dunia Asia Timur (WEF-EA) di Nusa Dua, Bali, pada April 2015.
Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Related

Berita Saham Indonesia 2028974962073748444

BUMN KONSTRUKSI U/ INVESTASI

19.000 INVESTOR SUDAH BERGABUNG

Friends Added

GRATIS SAHAMPEMENANG PREMIUM


Inilah - berita saham indonesia

Bareksa- BERITA SAHAM

Inilah Berita Ekonomi

Kontan Online - pasar modal

KONTAN - BERITA KEUANGAN

Bisnis - berita saham hari ini

IMQ - BERITA PASAR SAHAM

TAMBANG - berita pertambangan

SINDONEWS - berita ekonomi

ANTARA - saham dan makro ekonomi

BISNIS - BERITA PROPERTI

okezone - berita ekonomi

item