SIKON TERKINI SEKTOR PROPERTI DI 5 NEGARA

Portal properti global,  Lamudi,  merilis laporan pasar real estate tahun 2017. Laporan tersebut memaparkan pembahasan secara mendalam...


Portal properti global, Lamudi, merilis laporan pasar real estate tahun 2017. Laporan tersebut memaparkan pembahasan secara mendalam pada pasar real estate di sejumlah negara.
Co-Founder Lamudi, Paul Philipp Hermann, menyebutkan, laporan yang dilansir oleh pihaknya memang memaparkan pembahasan secara mendalam pada pasar real estate di Meksiko, Filipina, Pakistan, Indonesia, dan Sri Lanka.
"Laporan tersebut, berisikan tentang tren pencarian properti online, harga rata-rata properti, regulasi terbaru dibidang properti hingga prediksi pekembangan properti tahun 2017," kata Paul, dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Jumat (9/6).
Untuk yang ingin mengetahui seperti apa kondisi properti yang ada di lima negara diatas, berikut pemaparannya.
Pakistan
Industri properti Pakistan diperkirakan perlahan mulai bangkit. Hal ini ditandai dengan kesepakan dibangunnya Megaproyek Koridor Ekonomi Cina-Pakista (CPEC) senilai US$ 50 miliar, yang akan mendorong industri properti di Pakistan.
Meksiko
Laporan properti di Meksiko menunjukkan, harga rata-rata tertinggi untuk rumah dapat ditemukan di Meksiko City. Sedangkan harga tertinggi untuk apartemen ditemukan di Nuevo Leon. Selain itu, Meksiko juga mencatat kenaikan sebesar 86,7 persen dalam pencarian properti secara online, dimana sebagian besar pencarian dilakukan oleh mereka yang berusia 25 tahun hingga 34 tahun.
Indonesia
Untuk pasar properti di Indonesia, diperkirakan pada tahun ini secara perlahan mulai menunjukkan arah membaik. Hal ini disebabkan karena beberapa kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah telah mendorong pasar untuk membeli properti. Kebijakan pemerintah yang dimaksud antara lain, tax amnesty, penurunan suku bunga, pelonggaran LTV dan lain-lain.
Sri Lanka
Properti mewah di Sri Lanka juga semakin naik pamor. Laporan terbaru menunjukkan, sekitar 6.000 apartemen mewah tersedia hingga 2018. Hal ini disebabkan karena dilonggarkannya peraturan kepemilikan properti oleh orang asing di Sri Lanka.
Filipina
Laporan real estate di Filipina menunjukkan beberapa temuan menarik. Tren properti bergeser menjadi sewa, karena sulitnya mendapatkan pinjaman KPR di negara tersebut.

beritasatu 10/6

Related

Terkini 1860231200855628011
item