INVESTOR BUKAN TAK PERNAH GAGAL

Padangan awam mungkin menganggap investor besar yang sukses tidak pernah salah dalam melakukan investasi.  "Tapi nyatanya yang terj...



Padangan awam mungkin menganggap investor besar yang sukses tidak pernah salah dalam melakukan investasi. 

"Tapi nyatanya yang terjadi tidak seperti itu," ungkap Michael Batnick, Direktur Penelitian di Ritholtz Wealth Management seperti dilansir dari CNBC.

Dalam buku barunya yang berjudul "Big Mistakes: The Best Investors and Their Worst Investments" Batnick berbagi pelajaran penting dan contoh-contoh investor legendaris yang mengalami jatuh bangun kehilangan uang atau merugi seperti Warren Buffett, Stanley Druckenmiller, dan Michael Steinhardt.


Buffett mungkin adalah investor paling terkenal dari mereka semua. Rekam jejak investor ini tak tertandingi. 

Dari 1965 hingga 2017, kenaikan nilai pasar Berkshire Hathaway menghasilkan imbal hasil tahunan 20,9% dibandingkan dengan S&P 500 yang hanya 9,9%, hal itu menghasilkan keuntungan kumulatif 2.404.748% dibandingkan dengan pengembalian pasar yang hanya 15.508%.

Bahkan, the Oracle of Omaha ini telah membuat keputusan investasi yang buruk. Batnick menulis bagaimana tindakan keliru Buffet mengakuisisi 12% saham di US Air sebesar US$ 358 juta pada 1990, kemudian harnya turun sebesar 76% dalam beberapa tahun. 

Namun kekeliruan atau kesalahan tersebut akhirnya bisa pulih, dibandingkan dengan kerugian yg lbh besar terkait investasi di Dexter Shoes.

Buffett membeli perusahaan sepatu senilai US$ 433 juta pada 1993, dengan total sekitar 25.200 saham. Dexter akhirnya bernilai nol, dan membebani investor hampir US$ 6 miliar pada nilai keekonomian karena depresiasi saham Berkshire Hathaway.

Penulis mengutip Tren Griffin9 yang menulis, "Dalam melakukan due-diligence untuk Dexter Shoes, Buffett dan Munger membuat kesalahan dengan tidak memastikan bisnis memiliki parit dan yang terlalu fokus pada apa yang mereka pikir adalah harga pembelian yang menarik."

Batnick investor legendaris Druckenmiller juga melakukan kesalahan dengan sangat emosional berinvestasi pada saham dotcom yang bernilai US$ 3 miliar ketika bisnis teknologi merebak. 

Miliarder yang juga CEO dari kelompok usaha Keluarga Duquesne. Rekam jejak hedge fund-nya juga menakjubkan, menghasilkan imbal hasil tahunan sebesar 30% selama tiga dekade selama karier investasinya.

Pada 2000 Druckenmiller mencoba game high-beta, teknologi high-flyer dan kalah. Seperti yang disampaikannya dalam the Lost Tree Club di Januari 2015.

"Jadi sekitar Maret 2000 saya mengalaminya, saya tidak bisa menahan diri. Saya membeli saham teknologi senilai US$ 6 miliar, dan dalam enam minggu saya telah kehilangan US$ 3 miliar dalam satu permainan tsb," kata Druckenmiller.

Batnick menunjukkan yang terbaik, manajer dana yang paling sukses sekalipun semua telah membuat kesalahan besar dalam analisis. Pelajaran kuncinya adalah investor perlu jujur belajar dari pengalaman buruk mereka.

Jika Anda pernah mengalami kerugian besar dan mencoba bangkit berinvestasi kembali, ingat, kita semua pernah ada pada situasi yg sama, melakukan kesalahan dan mengalami kerugian

Perbedaan antara investor pesimis dan investor optimis adalah sang optimis belajar dan bangkit lbh hebat dari kesalahan pernah diperbuat, sementara yang pesimis terpenjara, trauma dan takut melihat jejak kesalahan masa lalunya.

sumber : cnbc indonesia


Dapatkan bc info pasar terkini di https://t.me/sahampemenang

Related

Terkini 6482966697135410573
Powered by Investing.com

TELEGRAM SAHAMPEMENANG

LINE@ RUMAHINSPIRASI

SAHAMPEMENANG PREMIUM


Inilah - berita saham indonesia

Bareksa- BERITA SAHAM

Inilah Berita Ekonomi

Kontan Online - pasar modal

KONTAN - BERITA KEUANGAN

Bisnis - berita saham hari ini

IMQ - BERITA PASAR SAHAM

TAMBANG - berita pertambangan

SINDONEWS - berita ekonomi

BISNIS - BERITA PROPERTI

BERITA RESMI Sekretariat Kabinet

item