TERBANG TINGGI DENGAN HATI MERUNDUK

Terbang tinggi dengan hati merunduk Anaknya jadi Bupati, namun suami istri asal NTT ini menolak fasilitas mewah. Mereka tetap memilih untuk ...


Terbang tinggi dengan hati merunduk

Anaknya jadi Bupati, namun suami istri asal NTT ini menolak fasilitas mewah. Mereka tetap memilih untuk berjualan sayur di pasar.
Mereka pergi dan pulang naik taksi umum. Sang anak yang bupati bercerita :

"Kami anak-anaknya bilang agar mama tinggal saja di kota bersama kami. Tapi mama dan bapa tidak mau. Mereka berkata : Kamu bukan orang besar, kamu pelayan masyarakat, dan kami tidak mau ingin merepotkan."

Dan sampai detik ini, bupati Timor Tengah Utara NTT (sang anak sulung) tidak pernah membeli beras di toko. Dia selalu makan beras dari hasil panen padi mama dan bapanya. Setiap bulan mereka mengirimkan 50 kg. Sebaliknya sang anak dan anak yang lain mengirimkan uang.

Nama perempuan hebat itu Margaretha Hati Manhitu (78), dan anaknya yang bupati adalah Raymundus Sau Fernandes - bupati di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) selama 2 periode.

"Kerja keras, tanggung jawab sampai tuntas. Inilah pelajaran yang sangat berharga buat diri saya sampai saat ini. Saya pegang teguh dalam hidup," kata sang bupati bangga akan orang tuanya.
.......

Sahabat, perempuan rajawali ini hebat bukan karena jabatan yang tinggi, membuat prestasi politik atau ekonomi yang hebat. Tidak. Dia hebat karena membuat prestasi kehidupan yang luarbiasa. Membesarkan anak menjadi pelayan berguna bagi masyarakat, sementara dirinya tetap menjadi diri sendiri dengan segenap kesederhanaannya.

Dia berhasil membangun keluarga rajawali yang terbang tinggi, namun hatinya merunduk.

Herry Tjahjono

#inspirasi #pemenang

 


Related

Terkini 4225672792012020351
Powered by Investing.com

TELEGRAM SAHAMPEMENANG

SAHAMPEMENANG PREMIUM

CNN Berita Ekonomi

DETIK BERITA EKONOMI


Warta Ekonomi -BERITA BISNIS

Kontan Online - pasar modal

KONTAN - BERITA KEUANGAN

IMQ Market Analysis

IMQ - BERITA PASAR SAHAM

TAMBANG - berita pertambangan

SINDONEWS - berita ekonomi

SINDO BERITA INTERNASIONAL

item