SEDERHANA DAN KEBEBASAN

Sederhana & Kebebasan Pernah satu kali saya ikut antrian didepan kasir pesan secangkir kopi. Didepan saya ada wanita bergaya modis sekal...


Sederhana & Kebebasan

Pernah satu kali saya ikut antrian didepan kasir pesan secangkir kopi. Didepan saya ada wanita bergaya modis sekali. Setelah usai bayar ke kasir, wanita itu keluar dari antrian sambil menyerahkan uang kembalian ke saya. Saya bingung. Mengapa dia kasih saya uang kembalian. Mungkin karena pakaian saya tidak pantas berada di middle class. Entahlah..

Saya tersenyum ketika meliat wanita itu terkejut memerah wajah ketika melirik saya membayar pesanan saya dengan black card..ya memang saya patut dikasihani karena untuk membayar minuman seharga dibawah Rp.50.000 saya harus berhutang.. Teringat akan kata teman saya bahwa kadang ketika kita tidak sedang bicara mengenai isi kepala kita maka akan mudah dinilai dari pakaian kita.Ini dunia marketing dimana cover menentukan harga.

Sampai tahun 2016 saya punya kartu kredit international yatu AMEX Centurion Card. Namun 2017 saya dapat Palladium Black Card dari JP Morgan. Mereka memberikan kartu itu berdasarkan referensi, bukan aplikasi. Namun jarang saya gunakan kartu itu untuk transaksi domestik. Di Jokarta saya gunakan Black card BCA atau Citibank. Kemarin saya dapat telp dari Maskapai penerbangan asing. Katanya saya dapat kartu penerbangan gratis sampai sekian ribu miles. Itu bukan sekali tetapi sering saya dapat , namun tetap tidak pernah saya gunakan fasilitas itu. Mengapa?

Pertama, tidak ada yang gratis dalam dunia kapitalis. Semua itu ada harganya. Saya tahu apa yang mereka berikan itu , untuk membuat saya menjadi pelanggan setia. Saya tidak suka di create orang untuk tujuan mereka. Saya ingin jadi orang bebas. Dan kebebasan itu mahal sekali.

Kedua, saya hidup dalam dunia kapitalis namun saya tidak terperangkap dalam konsumerisme. Kebanyakan saya belanja karena kebutuhan, bukan keinginan. Karenanya saya jadi orang bebas dari banyak keinginan. Badan jadi sehat tanpa beban.

Karena itu, saya tidak perlu jaim agar dihormati orang. Saya tidak perlu pujian dan tidak pernah kawatir terhina. Hidup saya tidak ada kaitannya dengan pujian dan hinaan. Saya hanya ingin menjadi orang bebas tanpa ada ikatan apapun soal status sosial karena penampilan dan jabatan. Apakah itu salah? saya tidak bisa mengatakan salah atau benar. Faktanya dengan pilihan hidup sederhana, ternyata membuat saya sehat lahir batin. Apakah ada hidup yang lebih baik di bandingkan rasa aman dan nyaman?

EJ. Bandaro


 


Related

Terkini 6581719068953889843
item