Kamis, 21 Januari 2016

KOMITE EKONOMI DAN INDUSTRI NASIONAL









KEIN, lantik dan langsung tancap gas
Mengakselerasi motor ekonomi nasional


INILAHCOM, Jakarta - Untuk memperkuat tim ekonominya, Presiden Joko Widodo akhirnya melantik pengurus Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN). Yang terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris dan 17 anggota.

Acara pelantikan KEIN dilakukan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (20/1/2016). Sesuai pemberitaan INILAHCOM sebelumnya, mantan Ketum PAN Sutrisno Bachir dipercaya Presiden Jokowi menjadi ketua. Dia didampingi Arif Budimanta sebagai wakil ketua dan Putri Wardani sebagai sekretaris KEIN.

Adapun ke-17 anggota KEIN adalah, Hendri Saparini, Hariyadi Sukamdani, Eddy Sariatmadja, Sudhamek, Johnny Darmawan, Benny Soetrisno.
Anggota lainnya, Mohamad Fadhil Hasan, Benny Pasaribu, Sonny Budi Harsono, Aries Muftie, Muhammad Safii Antonio, M Najikh, Andri BS Sudibyo, Zulnahar Usman, Irfan Wahid, Donny Oskaria dan Sugiarto Alim.

Pembentukan KEIN ini dilandasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 8 tahun 2016 tentang KEIN. Setelah acara pelantikan, KEIN langsung tancap gas dengan melakukan diskusi dengan Presiden Jokowi.

Yang di bahas? Ya, tentu saja berkaitan dengan perkembangan ekonomi baik regional maupun global. Semisal strategi untuk mengerek naik realisasi investasi, menggenjot daya saing di tengah MEA, serta masalah-masalah berkenaan dengan industri, sektor riil dan sebagainya.

Kata Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, peran KEIN memang tak ubahnya dewan penasehat presiden khusus sektor ekonomi dan industri. Lembaga ini bertanggung jawab langsung kepada presiden. [tar]

- See more at: http://ekonomi.inilah.com/read/detail/2268194/usai-dilantik-presiden-jokowi-kein-tancap-gas#sthash.FaPXVbn4.dpuf

Rabu, 20 Januari 2016

SAHAM WIKA DAN TOTL







chart sederhana saham wika dan saham totl




SAHAM-SAHAM KONSTRUKSI






Membangun dari fondasi bukan dari puncak
Membangun dari Januari bukan dari Oktober

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menekankan agar seluruh kementerian mengubah pola lama dengan memulai pengerjaan proyek infrastruktur sejak awal tahun. Sebab, sebelumnya proyek infrastruktur baru dimulai pada Oktober.

Dia mengatakan, tradisi ini tidak hanya terjadi pada level kementerian, bahkan pada level pemerintah provinsi hingga kabupaten juga melakukan pola yang sama, dengan memulai proyek di detik terakhir sebelum penutupan tahun.

"Kita harus keluar dari pola-pola lama, cara-cara lama, tradisi lama menuju tradisi baru yang biasanya kalau diingat dulu numpuk kebut-kebutan di November dan Desember. Itu tidak hanya di kementerian, di provinsi dan kabupaten sama semuanya. Persis, karena yang ditiru yang di atas," tuturnya di Kantor Kemenhub, Jakarta, Senin (18/1/2016). 

Menurutnya, pola seperti ini harus diubah. Dengan memulai proyek sejak awal tahun, maka kementerian ataupun pemerintah daerah memiliki waktu lebih longgar untuk menyelesaikan proyek tersebut. Selain itu, kualitasnya pun akan lebih baik.

"Coba bayangkan pas rame-ramenya hujan kita malah bangun. Gimana kualitas mau baik. Akhir Desesmber harus selesai, mulai kebut-kebutan dari Oktober. Apa kualitasnya akan baik?" ungkap dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini akan terus mendesak agar pemerintah mengubah pola-pola lama tersebut. Sejak awal tahun berbagai proyek infrastruktur strategis harus dimulai.

"Kalau enggak (mulai dari awal tahun) akan terjadi kontraksi ekonomi. Harus diawal-awal," imbuh Jokowi.

Dia juga senang dengan langkah Kemenhub yang telah memulai penandatanganan kontrak proyek infrastruktur strategis sejak awal tahun. "Saya senang di Kemenhub juga memulai itu, dan angkanya cukup besar pada hari ini Rp2 triliun. Dan pada Januari akan ditandatangani Rp14 triliun," tandasnya.

sindonews.com

Senin, 11 Januari 2016

LO KHENG HONG, TERBARU DARI INVESTOR SUMIT 2015



LO KHENG HONG yang disebut-sebut sebagai “Warren Buffett”-nya Indonesia berbagi kisah sebelum dirinya “memegang” saham perusahaan-perusahaan besar seperti saat ini. Lo Kheng Hong disinyalir mempunyai uang “tertidur” di pasar modal sekira Rp 2,5 triliun selama 26 tahun menjadi investor saham.

Lo Kheng Hong menceritakan awal mula dirinya mengubah hidup dari yang tidak mempunyai apa-apa dan kini menjadi Warren Buffett-nya Indonesia.

"Orang tua saya dulu itu tinggal di daerah terpencil, 30 km dari Pontianak. Pekerjaannya hanya memecah buah kelapa dari subuh hingga sore . Orangtua saya bosan, kerjaannya seperti itu terus, lalu merantaulah ke Jakarta tanpa bawa apapun," ucap Lo Kheng Hong mengawali cerita saat Success Story dalam acara investor summit di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (10/11).

Dirinya menambahkan, orangtuanya pun kerja di toko dan beberapa tahun kemudian, lahirlah saya di Jakarta. "Jadi saya lahir di Jakarta, saya orang Betawi. Tapi saya tidak jadi gubernur, saya jadi investor saham di Indonesia," jelasnya.

Pada kala itu, Lo Kheng Hong menempati rumah yang cukup kecil yang terbuat hanya dari papan. Jika rumah di bagian depan sudah banjir, rumah dirinya sudah tenggelam. Tidak hanya itu, rumahnya pun tidak memiliki plafon dan langsung genting.

"Waktu itu saja, teman adik saya mau main ke rumah, tapi diajak putar-putar. Saya tanya kenapa, adik saya jawab ‘karena malu rumahnya kecil sekali’," kenang dia.

Lo Kheng Hong melanjutkan ceritanya, ketika sudah lulus SMA, langsung bekerja di perbankan sebagai pegawai tata usaha dan tidak bisa kuliah karena tidak ada uang. Setelah bekerja cukup lama, dirinya pun melanjutkan ke bangku kuliah.

Singkat cerita, dirinya pun sempat berpikir kenapa dilahirkan menjadi orang miskin. Namun, dengan usaha yang keras, Lo Kheng Hong terus bekerja hingga 11 tahun di perbankan dan beberapa kali pindah tempat, lalu mendapatkan uang yang cukup banyak. "Setiap dapat uang, gaji, saya beli saham. Sudah 26 tahun saya beli saham di BEI," jelasnya.

Sumber : Kaltim Post

Sabtu, 09 Januari 2016

BE STRONG





Jadilah kuat, tetap kuat, dan menjadikan kuat


Anak : "Ayah, Ayah temanku membiarkan nyamuk menggigit tangannya sampai kenyang, maksudnya supaya nyamuk itu tidak akan menggigit anaknya. Apakah Ayah akan melakukan hal yang sama?"

Ayah: "Tidak, Nak...tetapi ayah akan mengusir nyamuk sepanjang malam supaya tidak menggigit siapapun!"

Anak: "Oya Ayah, aku pernah membaca cerita tentang seorang Ayah yang rela tidak makan supaya anak-anaknya bisa makan sampai kenyang. Apakah Ayah akan melakukan hal yang sama?"

Ayah: "Tidak, Nak.. Ayah akan bekerja sekuat tenaga supaya kita semua bisa makan dengan kenyang dan kamu tidak harus sulit menelan makanan karena merasa tidak tega melihat Ayahmu sedang menahan lapar!"

Sang Anakpun tersenyum bangga mendengar apa yang dikatakan Ayahnya...

Anak: "Kalau begitu, aku boleh selalu menyandarkan diriku kepada Ayah, ya?"

Sambil memeluk sang anak....
Ayah:"Tidak, Nak...Ayah akan mengajarimu berdiri kokoh di atas kakimu sendiri, supaya engkau tidak harus jatuh tergeletak ketika suatu saat Ayah harus pergi meninggalkanmu"

Ayah yang bijak bukan hanya berhasil menjadikan dirinya tempat bersandar, tetapi juga berhasil membuat sandaran itu tidak diperlukan...

Prof. Joni Hermana