Selasa, 03 Mei 2016

REKAP LK Q1' 2016

Rekap Laba (-Rugi) Bersih Emiten 1Q16 vs 1Q15:

# Energy & Mining:
• ADRO $152 jt vs $178 jt
• PGAS $100.6jt vs $109.4jt
• PTBA Rp332m vs Rp340m
• TPIA $35.3jt vs $2.69jt
• ELSA Rp93.8m vs Rp65.2m
• MYOH $5.96jt vs $6.82jt
• KKGI $2.50jt vs $1.42jt
• HRUM $1.30jt vs $1.70jt
• ANTM Rp5.29m vs -Rp240m
• BYAN -$0.80jt vs -$18.53jt
• MITI -Rp7.78m vs -Rp3.52m
• CNKO -Rp28.3m vs -48.3m
• INDY -$4.85jt vs $11.62jt
• TINS -Rp138m vs -Rp6.42m
• INCO -$15.4jt vs $25.1jt

# Telco, Tech & Media:
• TLKM Rp4.59t vs Rp3.81t
• MNCN Rp479m vs Rp285m
• BMTR Rp213m vs Rp90.4m
• EXCL Rp169m vs -Rp758m
• MTDL Rp32.1m vs Rp34.5m
• MLPT Rp20.1m vs Rp22.5m
• MARI Rp8.75m vs Rp5.87m
• FREN -Rp266m vs -Rp551m

# Manufacturing:
• GJTL Rp338m vs -Rp290m
• SRIL $15.5jt vs $14.8jt
• SMSM Rp91.7m vs Rp74.3m
• JECC Rp34.4m vs -Rp1.11m
• IPOL $1.06jt vs $0.23jt
• NIKL $0.85jt vs -$1.17jt
• BATA Rp442jt vs Rp586jt
• LEAD -$0.76jt vs $1.09jt
• MASA -$1.32jt vs -$2.55jt
• KBRI -Rp18.5m vs -Rp41.2m
• KRAS -$59.8jt vs -$42.3jt

# Retail:
• LPPF Rp244m vs Rp185m
• ACES Rp139m vs Rp126m
• TELE Rp111m vs Rp85.4m
• ERAA Rp60.9m vs Rp70.6m
• MAPI Rp15.4m vs Rp12.3m
• MIDI Rp13.3m vs Rp9.01m
• RANC Rp10.9m vs Rp4.53m
• RALS Rp8.41m vs Rp5.86m

# Bank & Finance:
• BBRI Rp6.24t vs Rp6.14t
• BMRI proses audit
• BBCA Rp4.51t vs Rp4.06t
• BBNI Rp2.97t vs Rp2.82t
• BDMN Rp813m vs Rp687m
• PNBN Rp574m vs Rp588m
• BBTN Rp491m vs Rp402m
• NISP Rp457m vs Rp372m
• BJBR Rp446m vs Rp385m
• BNII Rp444m vs Rp256m
• BTPN Rp429m vs Rp480m
• BJTM Rp313m vs Rp257m
• BBKP Rp274m vs Rp198m
• BNGA Rp268m vs Rp82.7m
• AGRO Rp27.6m vs Rp20.4m
• WOMF Rp20.7m vs Rp1.11m
• LPPS Rp17.4m vs Rp91.7m
• PNBS Rp2.67m vs Rp18.5m
• BABP Rp2.07m vs Rp0.82m
• BNLI -Rp376m vs Rp567m

# Property:
• PWON Rp543m vs Rp328m
• ASRI Rp527m vs Rp279m
• KPIG Rp420m vs Rp129m
• LPKR Rp309m vs Rp417m
• DMAS Rp271m vs Rp494m
• BSDE Rp259m vs Rp795m
• LPCK Rp223m vs Rp275m
• CTRA Rp144m vs Rp228m
• KIJA Rp135m vs Rp80.2m
• BEST Rp123m vs Rp75.5m
• APLN Rp109m vs Rp102m
• DILD Rp101m vs Rp121m
• CTRS Rp93.5m vs Rp130.2m
• PPRO Rp90.6m vs Rp80.3m
• MTLA Rp65.1m vs Rp59.7m
• CTRP Rp31.4m vs Rp31.1m
• SMRA Rp28.3m vs Rp248m
• MMLP Rp25.5m vs -Rp1.29m
• BKSL Rp23.0m vs -Rp9.99m
• NIRO -Rp3.84m vs Rp19.7m
• JIHD -Rp7.77m vs Rp23.9m
• SSIA proses audit

# Consumer & Pharmacy:
• HMSP Rp3.12t vs Rp2.89t
• GGRM Rp1.69t vs Rp1.28t
• UNVR Rp1.57t vs Rp1.59t
• INDF Rp1.08t vs Rp870m
• ICBP Rp945m vs Rp797m
• KLBF Rp563m vs Rp529m
• MYOR Rp323m vs Rp273m
• MLBI Rp244m vs Rp107m
• ULTJ Rp166m vs Rp149m
• SIDO Rp125m vs Rp118m
• ROTI Rp86.3m vs Rp66.5m
• KINO Rp71.7m vs Rp41.2m
• DVLA Rp56.6m vs Rp59.8m
• KAEF Rp41.9m vs Rp43.9m
• WIIM Rp35.2m vs Rp33.4m
• FAST Rp8.29m vs Rp8.86m

# Holding Company:
• PNLF Rp318m vs Rp328m
• BHIT Rp283m vs -Rp208m
• BNBR Rp165m vs -Rp312m
• DNET Rp45.8m vs Rp40.9m

# Construction:
• WSKT Rp127m vs Rp11.9m
• PTPP Rp98.2m vs Rp93.5m
• WIKA Rp71.7m vs Rp61.5m
• TOTL Rp61.9m vs Rp52.4m
• WTON Rp50.2m vs Rp17.0m
• IDPR Rp37.8m vs Rp25.9m
• ACST Rp19.3m vs Rp12.1m
• ADHI Rp10.7m vs Rp10.6m
• DGIK Rp1.06m vs Rp11.1m

# Infrastructure Related:
• SMGR Rp1.03t vs Rp1.19t
• INTP Rp958m vs Rp1.14t
• JSMR Rp404m vs Rp346m
• CMNP Rp148m vs Rp138m
• SMCB Rp66.9m vs Rp32.7m
• SMBR Rp26.8m vs Rp74.5m

# Services:
• BIRD Rp138m vs Rp223m
• MIKA Rp184m vs Rp145m
• EPMT Rp123m vs Rp95.4m
• IMJS Rp68.6m vs Rp28.9m
• TMAS Rp54.9m vs Rp60.1m
• SILO Rp40.5m vs Rp34.5m
• SAME Rp24.8m vs Rp13.8m
• RUIS Rp15.3m vs Rp10.1m
• RAJA $1.24jt vs $2.54jt
• GIAA $1.02jt vs $11.39jt
• TAXI -Rp9.84m vs Rp20.3m
• MBSS -$1.30jt vs $3.97jt
• BLTZ -Rp16.4m vs -Rp12.2m

# Agriculture & Poultry:
• CPIN Rp762m vs Rp430m
• AALI Rp417m vs Rp156m
• JPFA Rp277m vs -Rp222m
• SIMP Rp67.8m vs Rp46.7m
• LSIP Rp50.4m vs Rp153m
• SGRO Rp14.0m vs Rp16.6m
• DSFI Rp2.45m vs Rp3.78m
• GZCO -Rp63.8m vs -Rp11.1m

# Automotive & Heavy Equipment:
• ASII Rp3.11t vs Rp3.99t
• UNTR Rp730m vs Rp1.64t
• AUTO Rp80.7m vs Rp87.4m
• IMAS Rp22.1m vs Rp14.4m
• KOBX $72.3rb vs $28.9rb

# Others:
• AKRA Rp255m vs Rp295m
• BRPT $12.1jt vs $1.39jt
• BAJA Rp5.89m vs -Rp4.35m
• MIRA -Rp24.9m vs Rp0.76m

*)  copasan

Senin, 02 Mei 2016

ANALOGI SAHAM BINTANG YANG TERABAIKAN






Karena berpenampilan lusuh, seorang lelaki paruh baya tidak digubris oleh karyawan dan karyawati. Padahal ternyata apa yang dia beli lebih mahal dari konsumen yang memakai pakaian berjas. Peristiwa ini terjadi di sebuah counter seluller ternama di kota Semarang, Jawa Tengah.
Linawati, salah seorang karyawati counter tersebut menuturkan sebuah kisah unik tapi nyata yang terjadi di counter tempatnya bekerja. Perempuan asal Demak tersebut mengungkapkan, beberapa hari lalu ada seorang lelaki berpakaian lusuh yang ingin membeli sebuah smartphone di counternya.
“Tak ada satu pun teman teman penjaga counter saya yang mau menanggapi bapak tersebut. Akhirnya saya yang melayaninya” ungkap Linawati.
Kata bijak mengatakan jangan pernah menilai buku hanya dari sampulnya. Meski pepatah tersebut sudah dianggap kuno, namun juga masih bisa dibuktikan kebenarannya hingga sekarang.
Ya, kita tak bisa menghakimi orang lain hanya dengan melihat luarnya saja. Karena belum tentu orang yang berpakaian serba wah itu benar-benar orang ‘punya’ dan belum tentu juga orang yang berpakaian ala kadarnya itu orang tidak mampu. Sayangnya, kata bijak diatas tampaknya tidak benar-benar dihayati oleh para karyawan dan karyawati di counter tersebut.
Namun karena hanya pakaiannya lusuh dan compang camping seperti belum disetrika, serta memakai sandal jepit, tak ada satu pun karyawan maupun karyawati counter itu yang mau melayani bapak paruh baya tersebut. Seluruh pegawai counter tampak sibuk melayani pembeli lain, malah ada beberapa karyawati yang bercengkrama satu sama lain ketika bapak tersebut melihat-lihat, tanpa menanyakan bahkan sama sekali tidak menyapa calon pembeli yang dikira miskin tersebut.


Linawati yang melihat sikap acuh tak acuh dari karyawan itu pun akhirnya langsung turun tangan dengan mendekati bapak tersebut dan menanyakan apa yang bisa dibantu.
“Tak ada satu pun karyawan yang mau meladeni bapak tersebut. Akhirnya saya yang baru saja selesai istirahat yang melayaninya” ungkapnya, Senin (14/3).
Tak disangka-sangka, ternyata pria tersebut hendak memborong smartphone seharga Rp. 2 juta sebanyak 25 buah dan dia bayar dengan uang tunai. Melihat segepok uang yang dibawa bapak tersebut, teman-temannya sesama karyawan di counter heran dan langsung berlomba-lomba membantu pelayanan untuk calon pembeli yang telah diabaikannya tadi.
Ternyata pria itu adalah owner sebuah jasa travel umroh dan haji serta pemilik sebuah restoran ternama di kota tersebut. Dia berniat membelikan semua karyawan di kantornya dengan smartphone yang mau dibeli sebagai bonus target di perusahaan travelnya.
“Alhamdulillah setelah saya melayani beliau dengan ramah, saya langsung diberi uang tip Rp 1 juta dan ditransferkan pulsa Rp 200 ribu. Rejeki anak sholehah,” kata Lina dengan tersenyum.
Statradar.net/inspiratif-bapak-ini-tak-dilayani-karena-berpakaian-lusuh-anda-akan-terdiam-jika-tahu-apa-yang-dia-beli/

Sahabat investor, dapatkan broadcast analisa dan update perkembangan pasar saham, free dari sahampemenang. Joint di LINE -> klik lsg link ini ..>http://line.me/ti/p/%40sahampemenang atau dari LINE-> add friends-> search by ID : @sahampemenang ### sdh 9100 investor yg joint



Minggu, 01 Mei 2016

RAJAWALI BERNYALI TERBANG SENDIRI











Terlalu banyak kisah heroik menjelang dan pasca Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Jalannya revolusi, penuh riak gelombang. Panas-dingin suhu politik. Naik-turun irama pergerakan. Jalinan hubungan antara sang pemimpin dengan yang dipimpin, tak urung mengalami pasang surut.
Bung Karno tak pernah sepi dari kontroversi. Lihat sejarah Romusha. Tengok sejarah pembentukan PETA. Tidak semua langkah Sukarno didukung semua elemen perjuangan. Beberapa pemuda bahkan menentang keras, mengecam, bahkan mengutuk Sukarno yang mereka tuding sebagai “kolaborator”. Benar. Sikap Sukarno yang mau bekerja sama dengan Jepang untuk beberapa hal, dinilai keblinger, dan melenceng dari cita-cita menuju
Indonesia merdeka.
Persoalannya, seperti yang Bung Karno keluhkan kepada Cindy Adams, penulis biografinya, bahwa ia tidak mungkin keliling Indonesia, mendatangi satu per satu orang dan menjelaskan semua langkah dan keputusannya. Termasuk yang cap terhadapnya sebagai kolabortor Jepang. Bung Karno hanya punya keyakinan. Bung Karno hanya punya perhitungan. Bung Karno hanya punya visi yang sangat kuat.
Alhasil, ketika tahun 1943 Jepang mendirikan PETA, Bung Karno sendiri yang memilihkan
pemuda-pemuda cakap untuk menjadi anggotanya, satu di antaranya Gatot Mangkupraja, pemberontak PNI yang senasib dengan Bung Karno ketika dijebloskan ke penjara Sukamiskin tahn 1929. Sikap Bung Karno didasari perhitungan, dengan menjadi anggota PETA, maka para prajurit muda asli putra bangsa, akan mendapat pelajaran-pelajaran penting tentang dasar-dasar kemiliteran, ilmu berperang, strategi bertempur, dan penguasaan peralatan perang modern.
Sementara, sekelompok muda yang progresif menentang bergabung dengan PETA, bahkan mengutuk Sukarno yang mendukung PETA, demi membantu Jepang melawan Sekutu. Itu pula yang diucapkan seorang dokter muda yang merawat Bung Karno di rumah sakit, sekitar tahun 1943. Katanya, “Banyak orang mengatakan, dengan memasuki tentara (PETA) yang didirikan oleh Jepang hanya berarti kita akan membantu Jepang saja.”
Bung Karno marah dan menukas, Itulah pandangan yang dangkal. Orang yang berpikir demikian, tidak bisa melihat jangka yang lebih jauh ke depan. Tujuan yang pokok adalah
melengkapi alat perjuangan bagi kemerdekaan. Tidak ada maksud lain daripada itu.”
Dokter itu membantah, “Tapi ingatlah bahwa Jepang datang kemari untuk menjajah. Dia itu
musuh. Bertempur di samping mereka berarti membantu Fasisme!”
Bung Karno menjawab, “Kukatakan, pendirian yang demikian itu terlalu picik. Tapi,

Sabtu, 30 April 2016

LO KHENG HONG : JADIKAN SAHAM SEPERTI MESIN ATM



Liputan Khusus Kontan 29 Agustus 2012. Sukses dan nama besar Warren Buffet di dunia investasi menuai kekaguman dari pemain saham di penjuru dunia. Tak sedikit investor yang menjadikan Buffet sebagai panutan, mempelajari strategi investasinya, dan menerapkannya. Di Indonesia, salah satu yang terinspirasi oleh Buffet adalah Lo Kheng Hong.
Pria berusia 53 tahun ini berpegang pada metode analisis fundamental Buffet. Ia tak bergeming dan tak pernah sekali pun mencoba jurus investasi saham lain.
Bagi Lo, Buffet adalah gurunya. Ia hafal di luar kepala banyak petuah Buffet, kisah hidup

Jumat, 29 April 2016

SALAH SATU LOGIKA PRINSIP HOLD SAHAM ANTM




China Gold Reserves (Tonnes)
Terus meningkat





Inilah salah satu alasan logis sahampemenang rekomen hold saham antam selain logika membeli masa depan saat LK negatif antm dirilis. China gold reserves terus meningkat, artinya mereka terus memborong emas.







ISI PAKET EKONOMI JILID XII







Detik.com Jakarta -Pemerintahan pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meluncurkan paket ekonomi jilid XII yang isinya berupa kemudahan berbisnis (ease of doing business) untuk UKM. Paket ini diumumkan langsung oleh Jokowi, didampingi Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

"Ini hasil kerja siang malam. Tujuannya untuk memudahkan UKM berusaha," ujar Jokowi di depan sejumlah redaktur media massa di Istana Presiden, Kamis (28/4/2016)

Kemudahan berbisnis ini dalam bentuk deregulasi sejumlah peraturan yang selama ini dinilai menghambat bisnis UKM. Adapun latar belakang deregulasi itu, pertama, agar Indonesia menjadi negara mandiri secara ekonomi dan berdaya saing. Kedua, mempermudah UKM memulai usaha. 

Ketiga, menyederhanakan prosedur, penurunan biaya, percepatan untuk penyelesaian atas beberapa aspek di antaranya memulai bisnis, izin mendirikan bangunan.

Kemudian, pendaftaran properti, mendapatkan sambungan listrik, dan mendapatkan akses kredit. Keempat, memberikan dampak yang lebih signifikan, dan perbaikan kemudahan berusaha ini akan diterapkan di seluruh daerah.

Berikut rincian deregulasi untuk kemudahan bisnis bagi UKM:

1. Memulai usaha: Awalnya 13 prosedur diubah menjadi 7 prosedur. Waktu: 47 hari diubah menjadi 10 hari. Biaya R 6,8 juta sampai Rp 7,8 juta menjadi Rp 2,7 juta. Jumlah izin, dari 5 menjadi 3. Pendirian PT yang harus dengan modal awal minimal Rp 50 juta, namun khusus untuk UKM modal dasar berdasarkan kesepakatan para pendiri yang dituangkan dalam akta pendirian PT.

2. Perizinan pendirian bangunan: Sebelumnya 17 prosedur diubah jadi 14 prosedur. Waktunya 210 hari jadi 52 hari. Biaya Rp 86 juta menjadi Rp 70 juta. Jumlah izin, dari 4 menjadi 3

3. Pendaftaran properti:  Sebelumnya ada 5 prosedur diubah menjadi 3 prosedur. Waktunya dari 25 hari, menjadi 7 hari. Biaya, sebelumnya 10,8% dari nilai properti, sekarang menjadi 8,3% dari nilai properti.

4: Pembayaran pajak: Sebelumnya ada 54 kali pembayaran pajak yang harus dilakukan UKM, dipangkas menjadi 10 kali dengan sistem online

5. Akses perkreditan: Sebelumnya belum ada biro kredit swasta/lembaga pengelola informasi perkreditan. Sekarang, telah diterbitkan izin usaha kepada 2 biro kredit swasta/ lembaga pengeleola infiormasi perkreditan.

6. Penegakan kontrak: sebelumnya penyelesain gugatan sederhana belum diatur. Kemudian, waktu penyelesaian perkara itu sampai 471 hari. Kini, di kebijakan yang baru ini diatur penyelesaian gugatan sederhana, jumlah prosedur menjadi 8 dan 11 prosedur kalau ada banding. Penyelesaian perkara dari 471 hari, menjadi 28 hari, dan 38 hari kalau ada banding.

7. Penyambungan listrik: sebelumnya penyambungan itu butuh 5 prosedur, waktunya 80 hari, biaya SLO (Sertifikat Laik Operasi) Rp 17,5 per VA, biaya penyambungan Rp 969 per VA, serta uang jaminan langganan harus dalam bentuk tunai. Sekarang, diubah prosedur cuma 4, waktunya 25 hari, biaya SLO Rp 15 per VA, biaya penyambungan Rp 775 per VA, serta uang jaminan langganan dapat menggunakan bank garansi.

8. Perdagangan lintas negara: Sebelumnya offline, sekarang bisa online dengan menggunakan online moduluntuk pemberitahuan ekspor barang dan pemberitahuan impor barang. Selain itu, ada batas waktu penumpukan di pelabuhan paling lama 3 hari.

9. Penyelesaian perkara kepailitan: Sebelumnya biaya kurator dihitung berdasarkan nilai harta debitur, dan waktu pemberesan 730 hari, recovery cost 30%. Sekarang ini di aturan ini, biaya suidah diatur dan dihitung berdasarkan nilai utang, dan berdasarkan nilai pemberesan.

10. Perlindungan terhadap investor minoritas: Sebelumnya peraturan ada tapi kurang sosialisasi. Sekarang diperluas sosialisasinya.

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution menambahkan, jadi secara total ada 94  prosedur yang disederhanakan menjadi 49 prosedur. Jumlah izin dari 9 diubah jadi 6, jumlah hari untuk memulai usaha dari 1566 hari menjadi 132 hari. Kemudian, jumlah biaya sebelumnya itu 92,8 juta + 10,8% dari nilai properti+17,5 per VA+969 per VA+30% dari nilai perkara, menjadi 72,7 juta+8,3% dari nilai properti+Rp 15 per VA+775 per VA.

"Ini pokoknya kita sudah lakukan survei soal izin usaha dari mulai awal sampai akhir untuk UKM. Kebetulan survei di Jakarta dan Surabaya karena 2 daerah ini yang menjadi survei ease of doing business dari Bank Dunia," kata Darmin.

Penjabaran aturan ini dituangkan antara lain dalam bentuk Peraturan Menteri, Perpres, Peraturan Daerah. Setidaknya, ada 16 peraturan yang sudah diterbitkan untuk mempermudah UKM memulai usaha. 

"Tinggal 2 aturan yang belum yaitu revisi PP nomor 48 tahun 1994 tentang PPh, dan Perda tentang penurunan BPHTB," tutup Darmin

(hns/ang) 

LK EMITEN Q1'2016

Rekap Laba(-Rugi) Bersih Emiten 1Q16 vs 1Q15:
• AALI Rp417m vs Rp156m
• ACES Rp139m vs Rp126m
• ACST Rp19.3m vs Rp12.1m
• ADRO $152 jt vs $178 jt
• AKRA Rp255m vs Rp295m
• AGRO Rp27.6m vs Rp20.4m
• APLN Rp109m vs Rp102m
• ASII Rp3.11t vs Rp3.99t
• AUTO Rp80.7m vs Rp87.4m

• BABP Rp2.07m vs Rp0.82m
• BAJA Rp5.89m vs -Rp4.35m
• BBNI Rp2.97t vs Rp2.82t
• BBCA Rp4.51t vs Rp4.06t
• BBKP Rp274m vs Rp198m
• BBRI Rp6.24t vs Rp6.14t
• BBTN Rp491m vs Rp402m
• BDMN Rp813m vs Rp687m
• BEST Rp123m vs Rp75.5m
• BJBR Rp446m vs Rp385m
• BJTM Rp313m vs Rp257m
• BNBR Rp165m vs -Rp312m
• BNLI -Rp376m vs Rp567m
• BNII Rp444m vs Rp256m
• BSDE Rp259m vs Rp795m
• BTPN Rp429m vs Rp480m

• DSFI Rp2.45m vs Rp3.78m
• DVLA Rp56.6m vs Rp59.8m

• ELSA Rp93.8m vs Rp65.2m
• EXCL Rp169m vs -Rp758m

• GIAA $1.02jt vs $11.39jt
• HMSP Rp3.12t vs Rp2.89t
• ICBP Rp945m vs Rp797m
• IDPR Rp37.8m vs Rp25.9m
• INCO -$15.4jt vs $25.1jt
• INDF Rp1.08t vs Rp870m
• INDY -$4.85jt vs $11.62jt

• KAEF Rp41.9m vs Rp43.9m
• KBRI -Rp18.5m vs -Rp41.2m

• JPFA Rp277m vs -Rp222m
• JSMR Rp404m vs Rp346m

• KINO Rp71.7m vs Rp41.2m
• KKGI $2.50jt vs $1.42jt

• LPCK Rp223m vs Rp275m
• LPPF Rp244m vs Rp185m
• LPPS Rp17.4m vs Rp91.7m

• MARI Rp8.75m vs Rp5.87m
• MASA -$1.32jt vs -$2.55jt
• MBSS -$1.30jt vs $3.97jt
• MIDI Rp13.3m vs Rp9.01m
• MIKA Rp184m vs Rp145m
• MLBI Rp244m vs Rp107m
• MLPT Rp20.1m vs Rp22.5m
• MMLP Rp25.5m vs -Rp1.29m
• MYOR Rp323m vs Rp273m

• NISP Rp457m vs Rp372m
• PNBN Rp574m vs Rp588m
• PNBS Rp2.67m vs Rp18.5m
• PPRO Rp90.6m vs Rp80.3m
• PTBA Rp332m vs Rp340m
• PWON Rp543m vs Rp328m

• ROTI Rp86.3m vs Rp66.5m
• SGRO Rp14.0m vs Rp16.6m
• SMBR Rp26.8m vs Rp74.5m
• SMSM Rp91.7m vs Rp74.3m

• TINS -Rp138m vs -Rp6.42m
• TLKM Rp4.59t vs Rp3.81t
• TPIA $35.3jt vs $2.69jt

• UNTR Rp730m vs Rp1.64t
• UNVR Rp1.57t vs Rp1.59t

• WIIM Rp35.2m vs Rp33.4m
• WOMF Rp20.7m vs Rp1.11m
• WTON Rp50.2m vs Rp17.0m
*******

*) copasan

Kamis, 28 April 2016

SAHAM BARA TERTINGGAL





Dj coal 2 hari terakhir superbull. Saham Adro dan Ptba masih parkir di tempat. Jadi, saham Adro dan Ptba bole dipertimbangkan untuk FT (fast trade) hari ini

Sahabat investor, dapatkan broadcast analisa dan update perkembangan pasar saham, free dari sahampemenang. Klik lsg link ini ..>http://line.me/ti/p/%40sahampemenang atau dari LINE-> add friends-> search by ID : @sahampemenang ### sdh 9100 investor yg bergabung